Cerpen ini mengangkat kisah Laras dan teman-temannya yang melakukan penelitian tentang kondisi sungai di daerah industri, lalu perlahan menemukan jejak pencemaran yang selama ini disamarkan lewat laporan resmi. Di balik data dan penelitian, terungkap dampak nyata bagi warga desa serta buruh pabrik yang justru dijadikan kambing hitam, termasuk ayah Laras sendiri. Cerita bergerak antara kenangan, realitas sosial, dan dilema moral, menyoroti keberanian menghadapi kebenaran yang tidak nyaman. Karya ini menegaskan bahwa suara yang dibungkam, seperti jeram sungai, pada akhirnya tetap akan terdengar.
JERAM YANG TAK PERNAH BUNGKAM
(In stock)
Karya : Aqeela Batrisya Zahra (Kelas 8F)
Editor : Kusmiati, S.Pd., M.Pd
Penerbit : PT. Literasi Nusantara Abadi Grup, Malang







Reviews
There are no reviews yet.