“Revitalisasi Vegetasi Pascatambang melalui Fog Harvesting” karya Talitha Azaria Callysta (XI 2A) & Flowrensia Geraldin (XI 2A)

Revitalisasi Vegetasi Pascatambang melalui Fog Harvesting
(In stock)
- Konsep dan Tujuan: Teknologi ini memanfaatkan kabut gunung sebagai sumber air alami untuk mempercepat pemulihan vegetasi di lahan bekas tambang yang sering mengalami kekeringan. Tujuannya adalah menyediakan pengairan yang berkelanjutan agar kelembapan tanah terjaga dan ekosistem dapat pulih lebih cepat secara mandiri.
- Sistem Kerja: Sistem ini terdiri dari jaring kabut, reservoir air, dan irigasi tetes mandiri untuk menyalurkan air ke tanaman.
- Keunggulan:
- Menambah sumber air alami dan mengurangi kekeringan.
- Mendukung pemulihan ekosistem dan revegetasi lahan.
- Merupakan teknologi ramah lingkungan dengan biaya operasional rendah.
- Pihak yang Terlibat: Implementasi ini melibatkan kementerian (PPN/Bappenas, ESDM, KLHK), pemerintah daerah, perusahaan tambang, serta masyarakat lokal.
- Tahap Implementasi:
- 2024: Studi kelayakan dan pemetaan potensi kabut.
- 2025-2026: Desain dan pembangunan unit Fog Harvesting.
- 2027-2030: Program penanaman dan pemantauan vegetasi.
- 2031: Evaluasi dan pengembangan lanjutan.
- Kesimpulan: Fog Harvesting adalah solusi inovatif untuk menjamin ketersediaan air sehingga reboisasi di kawasan pascatambang dapat berjalan efektif.
Reviews
There are no reviews yet.