“Hungry Wall” karya Aisyah Aninda K. (XI 2B) dan Aribah Dewi S. (XI 2B)
- “Towards a Cleaner Pasuruan” already exists in your wishlist

Hungry Wall
Konsep dan Latar Belakang
“Hungry Wall” adalah inovasi arsitektur berkelanjutan yang mengubah dinding statis menjadi sistem aktif. Gagasan ini menggabungkan desain biofilik dengan teknologi material maju untuk merespons keterbatasan ruang hijau di perkotaan. Tujuannya adalah menciptakan bangunan yang mandiri secara termal, mampu menyaring polutan, serta meningkatkan kualitas udara.
Teknologi Utama
- Beton Geopolimer: Menggunakan material ramah lingkungan yang kokoh dan rendah emisi sebagai struktur utama.
- Vegetasi Vertikal: Pemanfaatan tanaman merambat seperti daun Ivy untuk menyejukkan lingkungan.
- Sistem Terintegrasi: Menggabungkan material berpori dengan sistem irigasi pintar untuk efisiensi energi dan sirkulasi udara alami.
Manfaat
- Lingkungan: Peningkatan kualitas udara, penyaringan polutan, peredam bising, dan pengurangan suhu panas kota.
- Kesehatan dan Kenyamanan: Regulasi kelembapan yang stabil dan peningkatan kesehatan mental penghuni melalui koneksi dengan alam.
- Efisiensi: Mengurangi konsumsi energi fosil melalui pendinginan alami.
Tahapan Pembangunan
- Persiapan: Pengadaan material geopolimer (fly ash, alkali) dan penyediaan tanaman.
- Fabrikasi: Pencampuran, pencetakan, dan curing panel geopolimer.
- Instalasi: Pemasangan rangka, air gap, dan sistem irigasi pintar.
- Integrasi: Penanaman vegetasi pada media tanam.
- Aktivasi: Uji aliran irigasi, kalibrasi sensor kelembapan, dan pengujian kualitas udara.
Proyek ini melibatkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk arsitek, insinyur sipil, ahli botani, kontraktor spesialis, konsultan lingkungan (seperti KONSULINDO), dan pemilik bangunan.
Reviews
There are no reviews yet.