“EcoHydro Mangrove” karya Talitha Yumna Syahamah (XI 2A) & Laila Abizah Darmanto (XI 2A)
- “Eco Bus” already exists in your wishlist

EcoHydro Mangrove
A. Latar Belakang Masalah
-
Terjadinya amblesan tanah.
-
Banjir rob akibat penggunaan air tanah yang berlebihan.
-
Berkurangnya luasan hutan mangrove.
B. Gagasan Solusi
EcoHydro Mangrove menggabungkan beberapa elemen teknis dan ekologis:
-
Rehabilitasi Mangrove: Pemulihan ekosistem melalui penanaman.
-
Penampungan Air Hujan (RWH): Digunakan untuk mengurangi ketergantungan pada air tanah.
-
Perbaikan Drainase dan Lahan: Menggunakan sistem saluran hidrologi zigzag (Liagu Model) untuk memperpanjang aliran air tawar dan distribusi sedimen.
-
Monitoring Berbasis Sensor: Penggunaan teknologi IoT (ESP32-based) untuk memantau salinitas, kelembapan, dan level air secara real-time.
C. Tujuan & Manfaat
-
Tujuan Utama: Mengurangi amblesan tanah, memulihkan ekosistem mangrove, serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga pesisir.
-
Manfaat/Keunggulan:
-
Memperbaiki kondisi hidrologi terlebih dahulu untuk meningkatkan tingkat keberhasilan restorasi.
-
Sistem monitoring memudahkan pemantauan perkembangan area secara berkala.
-
Mengintegrasikan sains, teknologi, dan kepedulian lingkungan untuk membangun kebiasaan baik di masyarakat.
-
D. Pihak yang Terlibat & Sistem Integrasi
-
Pihak Terlibat: Meliputi Pemerintah (kebijakan/pendanaan), Dinas LH (teknis), Masyarakat (pelaksanaan), Sekolah (edukasi), dan Komunitas (sosialisasi).
-
Sistem Integrasi Sosial: Melibatkan peran tokoh agama (Moral Mandate), tradisi budaya (Penanaman oleh pengantin baru), serta aksi lintas generasi oleh siswa dan relawan.
E. Kesimpulan & Langkah Kerja
-
Kesimpulan: Solusi terpadu yang menggabungkan pengelolaan air dan teknologi untuk menciptakan pesisir yang tangguh dan berkelanjutan.
-
Tahapan Pencapaian: Dimulai dari sosialisasi, perbaikan lahan, penanaman, pemasangan sistem RWH dan alat monitoring, hingga evaluasi konsisten.
Reviews
There are no reviews yet.